Kamis, 14 November 2019

Tradisi 'Nyeput' Suku Sasak, Lombok.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Suku Sasak di Lombok dikenal memiliki kekayaan khazanah budaya peninggalan masa lampau. Salah satu bentuk khazanah itu adalah naskah kuno yang bertulis tangan. Hal ini membuktukan tingkat literasi masyarakat Suku Sasak sudah baik. Naskah kuno adalah bukti kebesaran peradaban nenek moyang kita yang telah berkemampuan merekam, memproduksi, menyimpan, serta mengolah informasi melalui aksara setara dengan peradaban besardunia. Di dalam naskah itu tersimpan informasi tentang berbagai aspek kehidupan yang pernah ada, seperti aspek ekonomi, sosial, politik, dll. Kandungan isinya pun beraneka ragam seperti keagamaan, sejarah, hukum, adat istiadat, mitologi, filsafat, politik, bahasa, sastra, astronomi, ajaran moral, arsitektur, sistem ekonomi, teknologi, makanan tradisional, tumbuh-tumbuhan, doa, obat-obatan dan cara pengobatan tradisional dengan segala aspeknya.
Naskah kuno merupakan asset intelektual yang sangat berharga. Naskah kuno di Nusantara banyak yang berisi kajian berbagai ilmu seperti keagamaan, moral, cerita, sejarah, obat-obatan dengan berbagai macam bahasa dan aksara. Tetapi sayang, kita masih kurang memberikan apresiasi yang memadai terhadap naskah ini. Naskah lama itu dibiarkan termakan usia tanpa ada pihak yang mengurus dan melakukan pelestarian demi terjaga keberlangsungannya untuk kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Naskah menjadi salah satu dokumentasi budaya yang memuat nilai-nilai tradisi dan budaya serta ilmu pengetahuan lama. Di dalamnya terkandung khazanah intelektual dan jati diri bangsa. Naskah peninggalan masa lampau tersebut tersebar di hampir di setiap daerah dalam bentuk, jumlah, dan jenisnya yang bervariasi.Peran dan fungsi dari naskah lama itu masih dapat bertahan hidup sampai sekarang, bahkan berkembang dalam kehidupan masyarakat masa kini.
            Baik! di artikel saya yang kedua ini saya akan membahas tentang tradisi nyeput yang ada di suku sasak.
Pukul 04:00 PM Saya beserta teman-teman saya mulai berangkat dari kos untuk mencari naskah kuno yang ada di kuripan tepatnya di dekat rumah teman sekelas kami. Di perjalan, saya sedikit mendapatkan musibah di karenakan teman saya yang terlalu lalai berkendara sambil melihat buah mangga yang sudah matang milik tetangga tidak melihat polisi tidur yang ada di depannya alhasil teman saya ini kehilangan kendali karena menabrak polisi tidur tersebut dan saya yang mengikutinya dari belakang hampir saja menabrak ban belakangnya.
            Sudah hampir 30 menit kami terlebih dahulu kerumah teman kami, kami lebih dulu beristirahat sebentar sambil silaturahmi ke rumah teman kami Sri adiningsih. Kita berkumpul disana dan di sajikan es serta cemilan oleh ibunya, Kami pun bersantai sejenak sambil menikmati cemilan tersebut. Tidak lama kemudian adzan pun berkumandang, kami lebih dulu pergi untuk melaksanakn sholat ashar di masjid dekat rumah teman kami, setelah itu barulah kita pergi kerumah pemilik naskah kuno yang tidak jauh dari rumah teman kami.
            Tak lama kemudian kami pun berangkat menuju rumah bapak pemilik naskah kuno tersebut. Sesampainya di sana kami menemui perumahan atau tempat kediaman beliau yang begitu sangat sederhana dengan dua orang anak dan satu istri. Nama beliau adalah Mamiq upi, ya begitulah sapaan akrab beliau. Orangnya sangat ramah dan sungguh menyenangkan, Beliau ini orang yang pintar mencairkan suasana percakapan melalui guyon-guyon yang di campur dengan keseriusannya mengolah penjelasan mengenai asal muasal sejarah falsafah kehidupan masyarakat sasak. Tak lama kemudian kita pun terkejut, ternyata bapak tersebut memang sesorang yang sangat mencintai Budaya dan Adat Suku Sasak, terlihat sebuah kertas besar yang bertuliskan naskah kuno yang ada di dinding depan rumahnya. Kamipun di persilahkan untuk duduk di lantai rumahnya. Setelah itu kami menanyakan seperti apa sih tradisi nyeput ini kepada beliau.

Mamiq Upiq Sedang Membaca Naskah Kuno.

Beliau menjelaskan istilah Nyeput merupakan tradisi masyarakat Lombok atau suku sasak yang di lakukan oleh pemilik naskah kuno dengan cara membasahi atau mengusap naskah kuno tersebut terlebih dahulu menggunakan air setelah itu kita diminta membaca surat tertentu yang ada dalam Al-Qur’an di lanjutkan dengan menentukan niat yang dibawa atau diniatkan untuk mengambil salah satu dari sekian banyak naskah kuno degan cara menutup mata. Setelah di ambil, naskah tersebut akan dibacakan oleh pemilik empunya atau pemilik naskah tersebut untuk diartikan dan dijadikan sebagai ramalan untuk nasib kedepannya untuk penjeput. Nyeput biasanya dilakukan sebelum waktu fajar tiba, menurut kepercayaan masyarakat suku sasak, Lombok memang apa yang di ramalkan benar terjadi, namun semuanya tergantung keyakinan sendiri. Beliau mengatakan naskah kuno yang dia miliki tersebut sudah ada pada 200 tahun yang lalu. Sangat lama bukan? naskah tersebut secara turun-temurun di wariskan kepada kepala keluarganya untuk dijaga dan dilestarikan. Saya dan teman-teman saya-pun maju satu-persatu untuk melakukan tradisi nyeput tersebut.
Mungkin ini yang bisa sampaikan tentang tradisi nyeput, hanya itu yang bisa kami dapat karena memang matahari sudah mulai terbenam, kita juga tidak enak kepada beliau apabila kita melanjutkan sampai larut malam dan perjalanan pulang kita kerumah masing-masing juga sangat jauh. jam menunjukkan pukul 05.50 PM dan kami pun bergegas untuk pamit bersalaman kepada mamiq upiq dan keluarganya. Sebagai kenang-kenangan kami-pun berfoto bersama beliau.
Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kita semua dalam memaknai dan mengerti arti dari  pentingnya kebudayaan, tradisi dan adat istiadat yang kita miliki, menjaga kualitas dan kuantitas kebudayaan yang kita miliki, ini juga sebenarnya adalah tugas kita sebagai pemuda Suku Sasak, agar masyakat Suku Sasak  mengerti kebudayaan yang dimiliki begitu indah dan beranekaragam yang harus kita lestarikan bersama, bukan sebaliknya kebudayaan asing yang di mengerti. Jadi, kita merasa bangga dan tak malu menjadi ‘Orang Suku Sasak’.

            Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Saya dan Mamiq Upiq.